STRATEGI, MODEL DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS MEMBACA


MAKALAH
STRATEGI, MODEL DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS MEMBACA
Disusun untuk memenuhi
Tugas Mata Kuliah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SD II
yang dibimbing oleh Ad
y Saputra, M. Pd



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 3

Khoirin Nisa                            1640605019
Riski Dinata Putra                   1640605027
Mutma Innah                          1640605029
Flora Ghodlif Robert              1640605030
Febryani Wulandari                1640605032
Mailinda                                  1640605038
Dian Munira                            1640605053
Holly Bill                                1640605059
Nur Rahmad                           1640605063

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2018

KATA PENGANTAR
Segala puja hanya bagi Allah yang Maha Pengasi lagi Maha Penyayang. Berkat limpahan karunia nikmatNya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca” dengan lancar. Penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SD II yang di bimbing oleh Ady Saputra, M.Pd.
Dalam proses penyusunannya tak lepas dari bantuan, arahan dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasinya dalam menyelesaikan makalah ini.
Meski demikian, penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan dan kekeliruan di dalam penulisan makalah ini, baik dari segi tanda baca, tata bahasa maupun isi. Sehingga penulis secara terbuka menerima segala kritik dan saran positif dari pembaca.
Demikian apa yang dapat saya sampaikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa lainnya, dan untuk saya sendiri khususnya.


Tarakan, 13 Februari 2018

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang........................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................... 2
C.     Tujuan..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca........ 3
B.     Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca........ 5
C.     Teknik Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca        8
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ........................................................................................................  13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 14









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembelajaran bahasa Indonesia dari jenjang SD sampai SMA dilaksanakan secara terpadu di antara empat keterampilan yang ada, yaitu keterampilan mendengarkan/menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Tidak hanya empat keterampilan itu saja yang dipadukan, tetapi semua aspek kebahasaan dipadukan. Misalnya pembelajaran struktur dipadukan dengan wacana, artinya dalam memahamis truktur kalimat bahasa Indonesia siswa diajak untuk menemukan sendiri dalam wacana yang sudah ditentukan oleh guru. Dengan demikian, pembelajaran struktur tersebut diajarkan melalui kalimat-kalimat yang lepas dari konteksnya melainkan diajarkan melalui sebuah wacana.
Dalam melatih keterampilan berbahasa walaupun dalam praktiknya keempat keterampilan tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, namun guru dapat memfokuskan salah satu di antara empat keterampilan tersebut. Pemfokusan pembelajaran pada salah satu keterampilan ini menyangkut pemilihan materi, metode, dan teknik pembelajaran. Jika difokuskan pada menulis maka alokasi waktu untuk melatih menulis lebih banyak daripada keterampilan lainnya. Jadi, yang dimaksud dengan pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca adalah pembelajaran bahasa Indonesia yang dipusatkan pada melatih keterampilan membaca. Dalam melatih keterampilan membaca tentunya di butuhkan strategi, model atau metode, serta teknik evaluasi bacaan.






B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana strategi pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca ?
2.      Bagaimana metode pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca ?
3.      Bagaimana teknik evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca ?


C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui strategi pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca.
2.      Untuk mengetahui metode pembelajaran bahasa Indonesia dengan fokus membaca.
3.      Untuk mengetahui teknik evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan focus membaca.













BAB II
PEMBAHASAN

A.    Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap keseluruhan teks, biasanya guru menerapkan kegiatan prabaca, kegiatan inti membaca, dan kegiatan pascabaca dalam pembelajaran membaca.
a)      Kegiatan prabaca, kegiatan prabaca dimaksudkan untuk menggugah perilaku siswa dalam penyelesaian masalah dan motivasi penelaahan materi bacaan.
1.      Gambaran awal
2.      Petunjuk untuk melakukan antisipasi
3.      Pemetaan semantic
4.      Menulis sebelum membaca
5.      Drama / simulasi (creative drama)
b)      Kegiatan inti membaca, beberapa strategi dan kegiatan dalam membaca dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa.
1.      Strategi metakognitif
2.      Cloze Procedure
3.      Pertanyaan pemandu
c)      Kegiatan Pascabaca, kegiatan dan strategi setelah membaca membantu siswa mengintegrasikan informasi baru ke dalam skemata yang sudah ada. Selain itu, kegiatan pascabaca dapat memperkuat dan mengembangkan hasil belajar yang telah diperoleh sebelumnya.
1.      Memperluas kesempatan belajar
2.      Mengajukan pertanyaan
3.      Mengadakan pameran visual
4.      Pementasan teater actual
5.      Menceritakan kembali
6.      Penerapan hasil membaca
Selain itu, ada beberapa strategi atau teknik yang dapat guru gunakan yaitu ;
1.      Membaca survey
Kegiatam membaca yang bertujuan untuk mengetahui gambaran umum isi dan ruang lingkup bahan bacaan, membaca survey merupakan kegiatan membaca misalnya melihat judul, pengarang, daftar isi dll.
2.      Membaca sekilas
Kegiatan membaca yang menyebabkan mata kita bergerak cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (skimming). Skimming bertujuan untuk mengetahui topik bacaan, mengetahui pendapat orang, mendapat bagian penting tanpa membaca seluruhnya, dan menyegarkan apa yang pernah dibaca.
3.      Membaca dangkal
Kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal dari bahan bacaan yang kita baca. Bahan bacaannya merupakan bahan bacaan yang ringan karena tujuannya untuk mencari kesenangan.
4.      Membaca nyaring
Membaca nyaring adalah proses melisankan sebuah tulisan dengan memperhatikan suara, intonasi, dan tekanan secara tepat, yang diikuti oleh pemahaman makna bacaan oleh pembaca (Kamidjan).
5.      Membaca dalam hati
Membaca dalam hati pada dasarnya adalah membaca dengan mempergunakan ingatan visual(visual memory), melibatkan pengaktifan mata dan ingatan.Tujuan utama membaca dalam hati (silent reading)adalah untuk memperoleh informasi.



6.      Membaca kritis
Kegiatan membaca yang dilaksanakan secara bijaksana, penuh tenggang rasa, evaluatif, serta analitis, dan bukan mencari kesalahan penulis.
7.      Membaca teliti
Membaca teliti diawali dengan surve yang cepat untu melihat organisasi bacaan dan melihat hubungan paragraf dengan seluruh bacaan.
8.      Membaca pemahaman
Membaca pemahaman merupakan kegiatan membaca yang tujuan utamanya memahami bacaan secara tepat dan cepat.
Aspek-aspek yang diperlukan dalam membaca pemahaman, antara lain sebagai berikut.
1)      Memiliki kosakata yang banyak.
2)      Memiliki kemampuan menafsirkan makna kata, frasa, kalimat, dan wacana.
3)      Memiliki kemampuan menentukan ide pokok dan ide penunjang.
4)      Memiliki kemampuan menangkap garis besar bacaan.
5)      Memiliki kemampuan menangkap urutan peristiwa.


B.     Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca
Menurut Nana Sudjana (2005:76), metode pembelajaran memiliki pengertian sebagai cara yang digunakan seorang pendidik atau dalam hal ini guru dalam menjalankan fungsinya berinteraksi dengan anak didiknya pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Dalam dunia pengajaran, metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu. Jadi metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan pedekatan bersifat filosofis/ aksioma. Karena itu dari suatu pendekatan dapat tumbuh beberapa metode.
1.      Metode Eja/Abjad
2.      Metode Bunyi
3.      Metode suku kata dan metode kata
4.      Metode Global
5.      Metode Struktural Analisis Sintesis (SAS)
Selain metode tersebut, guru juga dapat menggunakan metode yang lainnya. Seperti metode-metode yang terdapat pada pendekatan whole language, yaitu ;
1.      Reading Aloud
Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru dan siswa. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya dengan suara keras dan intonasi yang benar sehingga setiap siswa dapat mendengarkan dan menikmati ceritanya. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama jika dilakukan di kelas rendah. Manfaat yang didapat dari reading aloud antara lain meningkatkan keterampilan menyimak, memperkaya kosakata, membantu meningkatkan membaca pemahaman, dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan minat baca pada siswa.
2.      Sustained Silent Reading
Sustained Silent Reading (SSR) adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan ini kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibacanya. Pada kegiatan ini guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut. Guru dalam hal ini sedapat mungkin menyediakan bahan bacaan yang menarik dari berbagai buku atau sumber sehingga memungkinkan siswa memilih materi bacaan. Guru dapat memberi contoh sikap membaca dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama.
Pesan yang ingin disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah (a) membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan; (b) membaca dapat dilakukan oleh siapa pun; (c) membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut; (d) siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama; (e) guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca; dan (f) siswa dapat berbagi pengetahuan
yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan KBM berakhir.
3.      Shared Reading
Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa dan mereka harus mempunyai buku untuk dibaca bersama. Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini yaitu:
1)      guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah),
2)      guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku; dan
3)      siswa membaca bergiliran.
Maksud kegiatan ini adalah:
1)      sambil melihat tulisan, siswa berkesempatan untuk memperhatikan gurum membaca sebagai model;
2)      memberikan kesempatan untuk memperlihatkan keterampilan membacanya; dan
3)      siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar.

4.      Guided Reading
Dalam guided reading, guru lebih berperan sebagai model dalam membaca, dalam guided reading atau disebut juga membaca terbimbing guru menjadi pengamat dan fasilator. Dalam membaca terbimbing penekanannya bukan dalam cara membaca itu sendiri tetapi lebih pada membaca pemahaman. Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusikan buku yang sama. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan kritis, bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas.
5.      Independent Reading
Independent reading atau membaca bebas adalah kegiatan membacayang memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya. Membaca bebas merupakan bagian integral dari whole language. Dalam independent reading siswa bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru pun berubah dari seorang pemprakasa, model, dan pemberi tuntunan menjadi seorang pengamat, fasilator, dan pemberi respon. Inti dari independent reading adalah membantu siswa meningkatkan kemampuan pemahamannya, mengembangkan kosa kata, melancarkan membaca, dan secara keseluruhan memfasilitasi membaca.

C.    Teknik Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Membaca
Evaluasi keterampilan membaca dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan pembelajar (1) memahami informasi, (2) menerima, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi, (3) ketepatan lafal dan intonasi ketika membaca tes dalam bahasa target.
Teknik evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan membaca dipaparkan sebagai berikut :
1)      Membaca dengan lafal dan intonasi yang tepat
2)      Menjawab pertanyaan-pertanyaan
3)      Menyimpulkan tema dan unsur-unsur lainnya dari cerita yang dibaca
4)      Mengindentifikasi, mengklasifikasi, dan menyimpulkan bahan bacaan
5)      Menentukan kata sulit, umum, dan khusus, homonim, homofon, hiponim, sinonim, dan antonim.
6)      Melengkapi bagian-bagian tertentu dari bacaan yang sengaja dihilangkan (teknik klose)
7)      Menyusun kembali rangkaian informasi yang kurang tepat dari suatu bacaan dalam bahasa target
Tes Membaca
Kegiatan membaca ada bermacam-macan, di antaranya membaca cepat, membaca sekilas, membaca keras, dan membaca pemahaman. Pembedaan jenis membaca itu dapat didasarkan atas tujuannya atau teknisnya. Dalam tulisan ini, membaca yang dimaksud adalah membaca nyaring.
Membaca nyaring berkaitan dengan kecepatan dan keakuratan siswa dalam membaca teks. Penyusunan tes membaca nyaring dapat ditempuh dengan cara : guru memilih bacaan dari buku teks yang telah ada. Panjang teks bacaan sesuai dengan kondisi siswa. Untuk kelas tinggi sekitar 200 kata. Kegiatan tes dilakukan dengan cara siswa disuruh membaca teks dengan keras dan guru mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam membaca.
Penilaian yang berfokus pada proses (pada waktu siswa membaca) menyangkut hal-hal sebagai berikut :
1)      Tingkah laku dalam membaca, misalnya : a) membaca kata demi kata, b) membaca cepat tanpa memperhatikan tanda baca, c) membaca menggunakan telunjuk, d) mengulang kata, frasa, atau baris, e) menggerakkan kepala waktu membaca, f) bergumam dalam membaca, g) menghindari yang dianggap sulit, h) tidak dapat duduk dengan tenang waktu membaca, i) menggunakan suara yang terlalu pelan waktu membaca nyaring, dsb.
2)      Kesulitan mengnalisis kata, misalnya : a) kata dan kebalikannya, b) huruf dan kebalikannya, c) sulit mengucapkan kata, d) salah mengucapkan huruf, e) sulit membedakan vokal, f) sulit mengingat kata, dan g) sulit membaca klaster.
3)      Kesulitan pemahaman, dapat berupa : a) tidak dapat mengingat detail isi, b) tidak dapat mengurutkan isi bacaan, c) tidak dapat meramalkan akhir bacaan, d) sulit menceritakan kembali, e) sulit menyimpulkan yang dibacanya, e) sulit mengidentifikasi ide pokok, f) tidak dapat menjawab pertanyaan yang terkait dengan kata atau ide yang ada dalam teks, dan sulit mengikuti petunjuk dalam membaca.

Aktivitas proses dalam membaca tersebut dapat disusun dalam bentuk format untuk memudahkan peniliannya.

Aspek skor Penilaian Membaca Nyaring Kalimat Sederhana

NO
Aspek-aspek yang di nilai
Skor
1
Kelancaran dalam membaca
10
2
Ketepatan dalam penggunaan intonasi
10
3
Ketepatan dalam penggunaan intonasi
5
4
Kenyaringan suara
5

Jumlah
30

Penjabaran masing-masing aspek penilaian tes unjuk kerja membaca lancar beberapa kalimat sederhana dengan skor dan kategori penilaian dapat dilihat pada tabel  berikut ini :

Aspek Penilaian, Skor, Kriteria dan Kategori Membaca Nyaring Beberapa Kalimat Sederhana

No
Aspek Penilaian
Skor
Kriteria
Kategori
1
Kelancaran dalam
membaca (A1)
10
Lancar dalam membaca
Sangat Baik
8
Lancar dalam membaca tetapi masih ada bacaan yang diulang
Baik
6
Ada beberapa pengulangan dalam membaca, tetapi nafas teratur
Cukup
4
Tersendat-sendat dalam membaca nafas tersengal- sengal dan banyak pengulangan
Kurang
1
Tidak lancar sama sekali dalam membaca
Kurang Sekali
2
Ketepatan dalam penggunaan
intonasi (A2)
10
Terdapat variasi irama dan tekanan
Sangat Baik
8
Terdapat variasi irama tetapi
masih terdapat penggunaan
tekanan kurang tepat
Baik
6
Terdapat variasi irama tetapi
penggunaan tekanan tidak tepat
Cukup
4
Irama dan tekanan monoton
Kurang
1
Tidak menggunakan variasi irama dan tekanan sama sekali dalam membaca
Kurang Sekali
3
Ketepatan dalam
pelafalan (A3)
5
Tidak terdapat kesalahan dalam pelafalan
Sangat Baik
4
Terdapat 1 kesalahan dalam
melafalkan
Baik
3
Terdapat 2 kesalahan dalam
melafalkan
Cukup
2
Terdapat banyak kesalahan
dalam melafalkan
Kurang
1
Tidak dapat melafalkan bacaan
dengan tepat
Kurang Sekali
4
Kenyaringan
suara (A4)
5
Suara nyaring artinya volume
suara dapat dijangkau oleh
semua pendengar (siswa) dari
awal hingga akhir membaca
Sangat Baik
4
Volume suara dapat dijangkau
oleh semua pendengar namun
masih kurang maksimal
Baik
3
Volume suara hanya dapat
dijangkau sebagian pendengar
Cukup
2
Volume suara hanya dapat
dijangkau pada kata-kata
tertentu saja oleh sebagian
pendengar
Kurang
1
Volume suara lirih tidak dapat
didengar
Kurang Sekali

       Dari data skor yang diperoleh diubah dalam bentuk rumus berikut ini :
NI = A1 + A2 + A3 + A4
 



Keterangan:
NI = Nilai tes unjuk kerja
A1 = Aspek kelancaran dalam membaca
A2 = Aspek intonasi kata atau kalimat yang benar
A3 = Aspek ketepatan dalam pelafalan
A4 = Aspek kenyaringan suara

Nilai Akhir = skor siswa / skor maksimum x 100
*skor maksimum adalah 30

Uraian Kategori dan Rentang Nilai Akhir
No
Kategori
Rentang Nilai
1
Sangat Baik
85 – 100
2
Baik
70 – 84
3
Cukup
55 – 69
4
Kurang
40 – 54
5
Kurang Sekali
0 - 39

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap keseluruhan teks, biasanya guru menerapkan kegiatan prabaca, kegiatan inti membaca, dan kegiatan pascabaca dalam pembelajaran membaca. Dalam kegiatan prabaca terdapat : (1) Gambaran awal, (2) Petunjuk untuk melakukan antisipasi, (3) Pemetaan semantic, (4) Menulis sebelum membaca, (5) Drama / simulasi (creative drama). Dalam kegiatan inti terdapat beberapa tahap yaitu, (1) Strategi metakognitif, (2) Cloze Procedure, (3) Pertanyaan pemandu. Sedangkan dalam kegiatan pascabaca, (1) Memperluas kesempatan belajar, (2) Mengajukan pertanyaan, (3) Mengadakan pameran visual, (4) Pementasan teater actual, (5) Menceritakan kembali, (6) Penerapan hasil membaca.
Metode merupakan cara melaksanakan pekerjaan, sedangkan pedekatan bersifat filosofis/ aksioma. Karena itu dari suatu pendekatan dapat tumbuh beberapa metode.  Metode yang dapat digunakan yaitu : Untuk kelas rendah : (1) Metode Eja/Abjad, (2) Metode Bunyi, (3) Metode suku kata dan metode kata, (4) Metode Global, dan (5) Metode Struktural Analisis Sintesis (SAS). Sedangkan ntuk kelas tinggi : (1) Reading Aloud, (2) Sustained Silent Reading, (3) Shared Reading, (4) Guided Reading , (5) Independent Reading
Evaluasi keterampilan membaca dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan pembelajar (1) memahami informasi, (2) menerima, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan informasi, (3) ketepatan lafal dan intonasi ketika membaca tes dalam bahasa target.




DAFTAR PUSTAKA

Djuanda Dadan. Penilaian dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Sumedang. UPI Kampus Sumedang.




Komentar