Morfologi

MORFOLOGI
A.     Pengertian Morfologi
Kata morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie bersal dari bahasa Yunani. Morphologie terdiri dari dua kata yaitu, morphe yang berarti bentuk dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah kata morfologi berarti ilmu mengenai benuk. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti cabang ilmu bahasa yang seluk-beluk bentuk kata dan perubahannya serta dampak dari perubahan itu terhadap arti (makna) daan kelas kata.
B.     Proses Morfologi
Proses morfologi ialah proses pembentukan kata-kata dari saatuan lain yang merupakan bentuk dasarnya.
Dalam Bahasa Indonesia terdapat 3 proses morfologik, yaitu ;
1.      Proses Pembubuhan Afiks (afikasi)
Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat. Morfem terikat merupakan kata yang tidak bisa berdiri sen diri, sedangkan kata yang dapat berdiri sendiri disebut morfem bebas. Kata dasar berupa kata benda, kata kerja, dll. Penggabungan morfem bebas dan morfem terikat akan membentuk kata jadian.
Afiksasi terdiri atas :
a)      Prefiks (ber, me,  pe, per, di, ter, ke, se)
b)      Sufiks (kan, an, i)
c)      Konfiks (ber-kan, ber-an, per-kan, per-an, per-i, pe-an, di-kan, di-i, me-kan, me-i, ter-kan, ter-i, ke-an)
d)      Simulfiks (memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i)
2.      Proses Pemajemukan atau Komposisi
Komposisi adalah proses pemajemukan kata. Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang telah bersenyawa atau yang sudah membentuk satu j=kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahabana, 1953).
Contohnya :
Keras + Kepala = Keras Kepala
Mata + Pelajaran = Mata pelajaran
Kumis + Kucing = Kumis kucing
3.      Proses Pengulangan
Pengulangan atau reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh maupun sebagian, baik variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar. Misalnya, rumah-rumah dari bentuk dasar rumah.
1)      Cara Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang
a.      Pengulangan tidak merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek.
Contohnya : Berkata-kata , Setinggi-tingginya.
b.      Bentuk dasar berupa satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia.
Contohnya : Mempertahan-tahankan.
2)      Macam-macam Pengulangan
a.      Pengulangan Seluruh, ialah pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses perubahan afiks. Contohnya : Sepeda-sepeda.
b.      Pengulangan Sebagian, ialah  pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya. Contohnya : Mengambil-ambil
c.      Pengulang yang Berkombinasi dengan Proses Pembubuhan Afiks, yaitu bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi denga proses pembubuhan afiks, maksudnya pengulangan itu terjadi bersama-sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama-sama pula mendukung satu fungsi. Contohnya : Kereta-keretaan.
C.     Pengertian Morfem
Morfologi mengenal unsur dasar atau satuan terkecil dalam wilayah pengamatannya. Morfem adalah satuan gramatikal yang terkecil sebagai satuan gramatikal dan morfem mempunyai makna.
Contohnya :               Di ambil – ambil
                                             Di bawa – bawa
Di curi – curi
Di dukung – dukung
D.    Jenis-jenis Morfem
1)      Morfem Bebas, morfem yang dapat berdiri sendiri. Sebagai morfem bebas sebuah tuturan atau ucapan yang mengandung makna leksikel. Morfem bebas tersebut dapat berupa kata dasar dapat juga berupa pokok kata.
a.      Berupa Kata Dasar
Contoh : pulang, makan, ibu, saya, pergi, minum, dsb.
b.      Berupa Pokok Kata
Contoh : temu, jabat, main, juang, rangkak, dsb.
2)      Morfem Terikat, ialah morfem yang selalu melekat pada morfem lainnya atau tidak bisa berdiri sendiri. Morfem terikat terdiri atas afiks yang meliputi :
a.      Prefiks atau awalan
Contoh : bersegi, persegi, bertinju, petinju
b.      Infiks atau sisipan
Contoh : kelut kemelut, gigi gerigi.
c.      Sufiks atau akhiran
Contoh : ambilkan, seniman, naiknya, makanan.
d.      Konfiks (imbuhan yang diletakkan pada awal dan akhir kata dasar)
Contoh : keahlian, pengalaman, permalukan.

Sumber :
Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik. Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta
Alwi, Hasan, dkk (peny). 1998. Tata Bahasa Baku Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka
Resmini, Novi, dkk. 2006. Kebahasan (Fonologi, Morfologi dan Semantik). Bandung: UPI PRESS








CONTOH KALIMAT YANG MEMILIKI MORFEM :




 

No
Morfem Bebas
Morfem Terikat
Pemajemukan
1
Tim
Kemudian
Demam+Berdarah=Demam Berdarah (sejenis penyakit)
2
Aksi
Melanjutkan

3
Dan
Berhenti

4
Di
Menemukan

5
Simpang
Sejumlah

6
Tiga
Menyalahi

7
Sana
Aturan

8
Spanduk
Pencegahan

9
Banner
Berdarah

10
Yang
Dilepas

11
Pesan
Lantaran

12
Demam
Penempatan

13
Salah
Seharusnya

14
Belakang
Dipasang

15
Drainse
Tersebut

16
Bukan
Melepas

17
Pinggir
Memiliki

18
Jalan
Izinnya

19
Selain


20
Juga


21
Tak


22
Izin


23
Ada


24
Karena


25
Telah


26
Habis


27
Masa


28



29



30





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Bahasa Indonesia

Kongres Bahasa Indonesia